Makna Puisi Suara Malam-Chairil Anwar

Suara Malam (ZackySedan)
Suara Malam (Ilustrasi)
 Suara Malam-adalah puisi Chairil anwar pada tahun 1943. puisi ini menjelaskan tentang ekspresi sang p-enyair pada masa sebelum merdeka. bahwa Indonesia saat itu sedang porak poranda pada masa peperangan. bahwa setiap manusia yang diingat hanya kehancuran. belum tahu tentang kapan peperangan itu usai. dipikiran merek hanya seuah kematian.

meskipun ada juga rakyat yang hanya berdiam diri dan tenang, dan mencoba bersatu, entah itu bersatu untuk melawan porak poranda, maupun bersatu bersama keluarga hanya menunggu hingga datangnya kematian.

dalam halnya juga setiap manusia juga memiliki batas untuk bertahan, raga manusia juga akan mulai rapuh dan tak berdaya jika mendapati berbagai macam problematika kehidupan.

itu adalah maksud dari puisi Suara Malam, menurut Zacky. setiap orang memiliki cara pandang sendiri sendiri dalam memahai karya sastra, karena setelah karya sastra diterbitkan dan dibaca oleh khalayak umum, berarti pula karya sastra tersebut akan di apresiasi pula oleh sang pembaca dengan sudut pandang yang berbeda-beda.

Bait Puisi Sebagai berikut:
Dunia badai dan topan

Manusia mengingatkan “Kebakaran di Hutan
Jadi Kemana
Untuk damai dan reda?
Mati.
Barang kali ini diam kaku saja
Dengan ketenangan selama bersatu
Mengatasi suka dan duka
Berkebalan terhadap debu dan nafsu
Berbaring tak sadar
Seperti kapal pecah di dasar lautan
Jemu dipukul ombak besar
Atau ini
Peleburan dalam tiada
Dan sekali akan menghadap cahaya
...............................................................
Ya Allah! Badanku terbakar—segala samar
Aku sudah melewati batas
Kembali? Pintu tertutup dengan kertas.

Februari 1943


KLIK DISINI untuk mengunduh puisi SUARA MALAM KARYA CHAIRIL ANWAR ini dalam format PDF
Title : Makna Puisi Suara Malam-Chairil Anwar
Description : Suara Malam (Ilustrasi)   Suara Malam -adalah puisi Chairil anwar pada tahun 1943. puisi ini menjelaskan tentang ekspresi sang p-enyai...

2 Responses to "Makna Puisi Suara Malam-Chairil Anwar"

  1. jadi seperti itu maksudnya... soalnya cukup banyak versi yang menjelaskan makna puisi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... karena setiap karya sastra yang keluar, pembaca bebas memaknainya sendiri...

      jadi intinya tiap apresiasi dari yang satu dengan yang lain itu berbeda :D

      Hapus

Bergabung di FB dan Twitter