Sebuah Jaket Berlumur Darah--Taufik Ismail


Taufik Ismail--Sebuah Jaket Berlumur darah

Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah pergi duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun.

Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan mundurkah kita sekarang
Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
Berikara setia kepada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
Kami semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang.

Pesan itu telah sampai kemana-mana
Melalui kendaraan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata
Lanjutkan Perjuangan.


Terimakasih Telah Membaca Puisi dari Taufik Ismail Tentang  Sebuah Jaket Berlumur Darah


Title : Sebuah Jaket Berlumur Darah--Taufik Ismail
Description : Taufik Ismail--Sebuah Jaket Berlumur darah Sebuah jaket berlumur darah Kami semua telah menatapmu Telah pergi duka yang agung D...

14 Responses to "Sebuah Jaket Berlumur Darah--Taufik Ismail"

  1. mantap gan blognya ada lagunya, :D, jadi ga bete nih, :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih sahabat. telah berkunjung

      Hapus
  2. Wah makasih gan puisinya, jadi semangat lagi ane :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama sahabat...

      semoga semakin ceria hari hari anda

      Hapus
  3. puisinya bagus lagunya juga bagus gan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimaksih sahabat atas kunjungannya..

      salam kenal

      Hapus
  4. Balasan
    1. iya sahabat,
      gimana gk keren puisinya, kalo penyairnya saja sangat keren

      Hapus
  5. Balasan
    1. ini memang puisi sedih campur semangat gan.

      puisi yg mengingatkan kita pada peristiwa 98

      Hapus
  6. mantap, puitise nya saya bookmark dulu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan sahabat!!

      semoga bermanfaat

      Hapus

Bergabung di FB dan Twitter