Pengertian Puisi Dramatik


Dunia Sastra || Selamat Pagi, selamat siang, selamat sore, maupun selamat malam bagi anda semua yang membaca artikel ini entah kapan waktunya. Artikel kali ini akan membahas tentang macam-macam pusi lagi, lebih tepatnya yaitu  Puisi Dramatik. Apakah Sahabat Sastra tahu apa itu Puisi Dramatik? Yaps, Puisi Dramatik adalah bagian dari Puisi Naratif yang tergolong dalam puisi Modern.

Dramatik
Ilustrasi
Dalam buku Tjahjono, (2011:213) memaparkan bahwa Puisi Dramatik adalah puisi naratif yang melukiskan perilaku seseorang, baik lewat gerak, dialog maupun monolog sehingga mengundang suatu gambaran kisah tertentu.

Perhatikan yang saya kasih blok warna kuning, itu adalah kata kunci untuk mengetahui apa itu puisi Dramatik. 

Baiklah, untuk lebih jelasnya. Silahkan Sahabat Sastra menyimak contoh puisi Berikut:



Mentari & Bulan

Di panggung ini peranku Niwatakawaca
Salahkah bila kucintai dirimu, Supraba
Aku lelaki-kau perempuan
Aku mentari-kau bulan

di panggung ini peranku Niwatakawaca
Nasibku memang buruk tergantung
Konsep sutradara
Tapi apakah cinta harus mengabdi pakem?
Padahal tumbuhnya seperti mekar mawar
Bukan kuasa kita

Di panggung ini peranku Niwatakawaca
Ku kira kau sudah maklum, Supraba
Mari kita cari jalan lain, parodi misalnya
Lantas kita bangun gubug di pucuk gunung
Kutanggalkan mahkotaku
Kau lepaskan sayap kaindranmu
Kita jadi saja petani-petani utun
Dulkarim-mukmaitun

(Tengsoe Tjahjono)

  Sekarang Sahabat Sastra menyimak paparan berikut ini. 

  Puisi diatas dijalin dalam bentuk monolog, penyair seakan berperan sebagai Niwatakawaca yang sedang berbicara kepada Dewi Supraba. Dalam kisah Arjuna Wiwaha diceritakan seorang raja raksasa yang bernama Niwatakawaca yang ingin mempermaisurikan seorang bidadari yang bernama Dewi Supraba. Tentunya kehendak itu ditolak oleh banyak dewa, tetapi sayang dalam pertempuran para dewa dapat dipukul mundur oleh tentara Niwatakawaca. Hanya berkat pertolongan Arjunalah, Niwatakawaca dapat dimusnakan. Dalam cerita tersebutlah puisi itu tercipta. Namun, penyair melakukan penyimpangan alur dan kisah yang disebut parodi.
  Memerhatikan dialog atau monolog yang tertera dalam puisi itu kita dapat membayangkan suatu parodi dari kisah Arjuna Wiwaha yang sebenarnya. Dalam puisi diatas Niwatakawaca berkata: “ tapi apakah cinta mesti mengabdi pakem?”. Pakem berarti sekenario baku yang tidak dapat diubah lagi. Bahkan dibaris dia berkata lagi “kita jadi saja petani-petani utun”. “Petani utun berarti petani yang polos, jujur, atau lugu. Dengan kata lain, puisi diatas penyair menghendaki penyimpangan dari cerita sebenarnya. Dia menghendaki agar Niwatakawaca pada akhirnya mampu menikahi Supraba dan bukan mati dibunuh Arjuna. Bahkan dengan sangat ironis raja raksasa itu mengendaki dirinya sebagai petani saja, menghendaki kedamaian. Secara narulilah sesungguhnya dia tidak ingin menjadi raksasa, tetapi apa boleh buat dia dilahirkan sebagai odrat seorang raksasa.
  
Bagaimana Sahabat Sastra? Apakah sudah mengerti? Kalau begitu disimak lagi contoh puisi berikut:
  
Tamu
Lelaki yang mengetuk pintu pagi hari
sudah duduk di ruang tamu. Aku baru
bangun. Tapi rupanya ia tidak
merasa tersinggung waktu aku belum
mandi dan menemui dia. Rambutku masih
kusut dan pakaianku hanya baju kumal
dan sarung lusuh.
“Aku mau menjemput,” katanya pasti,
seolah-olah aku sudah berjanji sebelumnya
dan tahu apa rencananya.
“Bukankah ini terlalu pagi?” tanyaku ragu.
“Dia sudah menunggu!” Ia nampak tak sabar
dan tak senang dibantah. Aku belum tahu

siapa yang ia maksudkan dengan “dia”,
tetapi sudah bisa kuduga siapa.
“Tetapi aku perlu waktu untuk berpisah
dengan keluarga. Terlalu kejam untuk
meninggalkan mereka begitu saja. Mereka
akan mencari.”
Nampaknya tamu itu begitu angkuh seperti
tak mau dikecilkan arti. Siapa dapat lolos
dari tuntutannya.
Sebelum aku sempat berbenah diri ia telah
menyeret aku ke kendaraannya dan aku dibawanya
lari entah ke mana. ke sorga atau ke neraka?”

  
  Puisi dramatik diatas menceritakan tentang seseorang lelaki menjemput paksa seseorang karena ada sesuatu yang sangat penting menurutnya dan dalam puisi tersebur terdapat adanya percakapan antara kedua lelaki tersebut sehingga membentuk suatu kisah yang dimaksudkan oleh penyair.

Cukup sekian, pelajaran sastra pada kali ini. Semoga bisa bermanfaat bagi para Pecinta Sastra. Admin pamit undur diri. Salam Sastra!!

Referensi Materi:
Tjahjono, T. 2011. Mendaki Gunung Puisi: KeArah Kegiatan Apresiasi. Malang: Bayumedia Publishing
Title : Pengertian Puisi Dramatik
Description : Dunia Sastra || Selamat Pagi, selamat siang, selamat sore, maupun selamat malam bagi anda semua yang membaca artikel ini entah kapan wakt...

18 Responses to "Pengertian Puisi Dramatik"

  1. Sampe bengong baca puisinya, keren gan!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimaksih Sahabat, telah berkunjung di blog sederhana ini.

      salam kenal

      Hapus
  2. Balasan
    1. terimkasih sahabat... telah berkunjung.....

      Hapus
  3. Oh ini toh Pengertian Puisi Dramatik :D
    terimkasih sudah mau berbagi informasi gan ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sahabat.. terimakasih telah berkunjung...

      semoga bermanfaat

      Hapus
  4. Tamu
    Lelaki yang mengetuk pintu pagi hari
    sudah duduk di ruang tamu. Aku baru
    bangun. Tapi rupanya ia tidak
    merasa tersinggung waktu aku belum
    mandi dan menemui dia. Rambutku masih
    kusut dan pakaianku hanya baju kumal
    dan sarung lusuh.
    “Aku mau menjemput,” katanya pasti,
    seolah-olah aku sudah berjanji sebelumnya
    dan tahu apa rencananya.
    “Bukankah ini terlalu pagi?” tanyaku ragu.
    “Dia sudah menunggu!” Ia nampak tak sabar
    dan tak senang dibantah. Aku belum tahu

    siapa yang ia maksudkan dengan “dia”,
    tetapi sudah bisa kuduga siapa.
    “Tetapi aku perlu waktu untuk berpisah
    dengan keluarga. Terlalu kejam untuk
    meninggalkan mereka begitu saja. Mereka
    akan mencari.”
    Nampaknya tamu itu begitu angkuh seperti
    tak mau dikecilkan arti. Siapa dapat lolos
    dari tuntutannya.
    Sebelum aku sempat berbenah diri ia telah
    menyeret aku ke kendaraannya dan aku dibawanya
    lari entah ke mana. ke sorga atau ke neraka?”

    Thx gan puisi nya

    ada tugas nih wkwwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama sahabat....

      semoga tugasnya cepat kelar :)

      Hapus
  5. wah ga suka puisi ane um :D denger puisi bawaannya ngantuk :D hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. brarti anda bukan tipe orang yang romantis :D

      Hapus
  6. Jd galau baca puisinya gan,nice post

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, jagan terlalu menjiwai gan

      Hapus
  7. penjelasannya sangat bagus nih. contoh puisinya pun pada bagus. nice info and artikel gan. thanks udah share ilmunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama sahabat..

      semoga bermanfaatt

      Hapus
  8. keren gan :) lebih keren lagi kalau agan mau ngajarin saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sini gan ke kota saya,

      saya ajrin yah.. gratis...

      bayarnya pake eskrim :D

      Hapus
  9. akhirnya tugas selesai juga ,, makasih infonya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama sahabat..

      semoga tugasnya dapat nilai sempurna :)

      Hapus

Bergabung di FB dan Twitter