Pengertian Puisi Mantra

Dunia Sastra || Mantra merupakan puisi tua. Keberadaanya pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan. kekuatan mantra terletak pada bunyinya. Semakin kuat bunyi mantra tersebut, semakin tinggi nilai magisnya. 

Contoh Mantera
Contoh Mantra


Mantra merupakan susunan kata-kata atau kalimat-kalimat khusus yang mengandung kekuatan ghaib. Dipakai atau diucapkan pada waktu-waktu dan tempat tertentu, dengan tujuan untuk menimbulkan kemampuan tertentu kepada orang yang mengucapkannya atau kepada orang yang membaca mantra tersebut. Mantra biasanya dikuasai oleh orang-orang tertentu, seperti dukun dan pawang. Karena bahasa mantra sangat indah dan berirama, maka mantra adalah termasuk sebagai awal dari kesastraan lisan Indonesia. 

Karakteristik mantra sangat unik. Menurut Umar Junus (1983: 135), ciri-ciri mantra adalah sebagai berikut.
1. Di dalam mantra terdapat rayuan dan perintah.
2. Mantra mementingkan keindahan bunyi atau permainan bunyi.
3. Mantra menggunakan kesatuan pengucapan.
4. Mantra merupakan sesuatu yang utuh, yang tidak dapat dipahami melalui bagian-bagiannya.
5. Mantra sesuatu yang tidak dipahami oleh manusia karena merupakan sesuatu yang serius.
6. Dalam mantra terdapat kecenderungan esoteris (khusus) dari kata-katanya.

Untuk artikel kali ini berfokus pada mantra yang berhubungan dengan dunia sastra, bukan dengan hal-hal yang berbau mistis, atau bahkan kejawen. Perhatikan contoh mantra berikut:

Assalamu'alaikum putri satulung besar
Yang beralun semilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu 

(Tjahjono, 2011:180)

Dalam Mantera tersebut adanya sebuah perintah, dari kata Mari Kecil, Kemari.

Contoh lain: 

Mantra Penunduk Hantu Laut
Hai hai, anak datuk laut
Nyalah engkau, pergilah
Jikalau engkau tidak pergi
Aku pukul dengan ijuk tunggal
Dengan ijuk pusaka
Aku sekal kepalamu dengan sengkalan
Aku tau asalmu jadi
Dari kun fayakun
Berkat kalimat laihaillallah
Muhammadarrasulullah
Pua-pua adanya
Mantra Penahan Kulit
Kejang aku kejang rungkup
Kejang tunjang tengah laman
Kebal aku kebal tutup
Terkucap kulit tak berjalan
Terkunci terkancing tak mara

Adapula sudut pandang yang berbeda, Mantra difungsikan dengan ajang negatif, seperti hipnotis, gendam, dan sebagainya. 

Mencintai Sastra, Samahalnya Mencintai Kehidupan!! Cukup sekian, dan terimakasih.  
#Salam Sastra

Referensi
Tjahjono, T. 2011. Mendaki Gunung Puisi. Malang: Bayu Media Publishing.


Title : Pengertian Puisi Mantra
Description : Dunia Sastra || Mantra merupakan puisi tua. Keberadaanya pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan denga...

8 Responses to "Pengertian Puisi Mantra "

  1. Balasan
    1. Dalam puisi mantera memang semakin bagus puisinya, maka akan semakin tinggi daya tarik untuk meemberikan suatu perintah :)

      Hapus
  2. oh jadi ini pengertian puisi mantra

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sahabat, ini adalah penjelasan singkat mengenai mantera.. semoga bisa bermanfaat :)

      Hapus
  3. kebetulan di sekolah baru bahas bab puisi. Makasih artikelnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga dengan membaca artikel ini, wawasan anda tentang puisi bisa bertambah

      Hapus
  4. ternyata bisa juga ya dipake untuk hipnotis baru tau ane :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sahabat!! karena hipnotis menggunakan sistem untuk memengaruhi korban

      Hapus

Bergabung di FB dan Twitter