Tips Menulis Buku Agar Menjadi Best Seller

Dunia Sastra || Selamat pagi, siang, sore, amupun malem, tergantung kapan waktunya anda membaca artikel ini. untuk artikel kali ini akan membahas tentang dunia menulis lagi, setelah beberapa postingan sebelumnya membagikan beberapa puisi karya taufik ismail, gusmus, chairil anwar, ataupun cerpen kompas, dll.

Sketsa Menulis
ilustrasi menulis (sumber gambar)

Ketika anda memasuki artikel ini, tentunya anda karena tertarik dengan judul yang ada lihat kan? bagaimana sih cara bisa menulis buku dan diterbitkan hingga menjadi best seller? pastinya kalian semua iri kan? ketika ada teman kalian di fb, twitter, ataupun BBM, yang tiba-tiba mengganti avatarnya menjadi cover bukunya? pastinya ingin juga kan? Baiklah... saatnya simak paparan berikut ini.

1. Buka “new word document” di komputer atau laptop kamu. Ingat, kamu mau menulis, bukan main game atau fesbukan. Kalau perlu matikan segala akses ke internet, karena godaan terberat dari seorang penulis itu internet.

2. Simpan dulu di file word dengan judul bebas, meskipun isinya masih kosong. setidaknya sudah ada wadahnya terlebih dahul. misalnya anda bisa menamai dokumen tersebut dengan nama, “N0v3lQ” atau “K4rYaQu” atau “CalonBuquQu” atau dengan kata "Bismillah".

3. Berhenti sejenak, merenung sejenak kira-kira sudah ada yg buat buku seperti ini belum ya.
4. Rasa penasaranmu menang. Kamu langsung buka Facebook dengan alasan mau tanya ke wall sudah ada judul ini atau belum.
5. Sambil nunggu statusmu dikomentari, kamu cari di google. Kira2 sudah ada belum ya buku seperti yang akan kamu tulis
6. Tidak ada yang komentar di status kamu. Yang like juga cuma 2. Hasil googling juga menyatakan belum ada yg menulis buku seperti itu. Senang rasanya bisa menulis sesuatu yang orisinal, yang belum pernah ditulis orang lain sebelumnya.
7. Kamu mengetik judul calon bukumu di halaman pertama word. Lalu, kamu ketik lagi “Bab Satu”
8. Cek email. Siapa tahu ada email baru yang masuk. Siapa tahu kamu dapat ide baru dari kotak surat.
9. Karena sudah membuka email, kenapa tidak sekalian saja mengecek Twitter. “Timeline itu sumber ide,” katamu. Apa? Kamu nggak punya Twitter? Hari gini? Kasihan amat deh kamu. Oh iya sekalian promo twitter, difoolow sekalian yak? @ZackySedan 
10.  Membuka kembali halaman word, kemudian termenung menatap kursor yang berkedip-kedip di layar. Kamu belum juga mulai menulis? 

11. Karena bingung mau menulis apa, kamu putuskan membuka blog-blog dan website langgananmu. Siapa tahu dapat ide di sana.
12. *setengah jam kemudian* Kamu mulai mengetik kalimat pertamamu. (Bahkan butuh 11 langkah untuk mengetik kalimat pertama) 
13. Klik “save as” biar data nggak hilang. Meskipun halaman itu baru diisi satu kalimat pertama, tapi tetap kudu disimpan. Karena ibarat kenangan, setiap data juga harus disimpan #eaaa *kepleset kursor
14. Merasa puas, bahagia karena telah berhasil menulis satu paragraf. Ini patut dirayakan lho :) 
15. etelah berpikir keras, kamu merasa agak haus. Lapar juga sih. Saatnya mengambil minuman dan cemilan yang kamu punya. kalau tidak punya? puasa dulu!
16. Saatnya isi ulang gelasnya. Camilannya juga perlu diisi ulang. “Cemilanitu penting lho saat menulis,” kamu bicara dalam hati.
 17. “Bosen deh gue! Cek Facebooklagi ah. Siapa tahu ada yang bales status gue tadi.”
18. Buka Twitter lagi. Klik-klik tagar #PuisiMalam, #KpopDay, #Galau #ChampionLeague #KepoMassal #GantengGantengKokPlatipus. Kalau di facebook sih ikutan sok jadi pembela asap. #eh
19. Balik lagi ke layar word. Menatap lama kursor yang berkedip-kedip di kata terakhir kalimat/paragraf pertamamu.
20. Tiba-tiba kamu lupa bagaimana cara menulis. Kamu buka-buka kembali grup kepenulisan atau linimasa akun kepenulisan. ataupun blog blog langgananmu. termasuk blog DuniaSastra.Net tentunya! 
21. Menulis status di FB “Aduh mentok, nggak ada ide”. Lalu, ngetweet “Menulis itu tidak semudah melupakan mantan.”
22. Kamu baru sadar bahwa kamu belum menulis apapun kecuali satu kalimat/paragraf. Lalu, kamu tiba-tiba teringat ini –>
  
“Menulis itu menulis itu menulis itu menulis itu menulis itu menulis itu menulis itu menulis.” (Gertrude Stein)

Lalu, kamu sadar bahwa “Tidak ada teknik khusus untuk menulis buku/novel yg bagus, kecuali menulislah dan terus menulis. Sempatkan jg membaca, sambil terus menulis.”

Ketika kamu menulis, maka menulis saja, jangan lakukan yang lain. Tutup semua jendela browser di monitormu. Tutup, kecuali jendela idemu. Ada waktunya sendiri untuk membuka Facebook, main twitter, atau blogwalking. Jika tiba waktunya menulis, ya menulis saja, bukan yg lain.
  
sumber inspirasi blogdivapress

Terimakasih telah membaca sampai tuntas artikel seru-seruan ini. ingat! jika ingin dikenang.. menulislah !! 

#SalamSastra
Title : Tips Menulis Buku Agar Menjadi Best Seller
Description : Dunia Sastra || Selamat pagi, siang, sore, amupun malem, tergantung kapan waktunya anda membaca artikel ini. untuk artikel kali ini akan ...

0 Response to "Tips Menulis Buku Agar Menjadi Best Seller"

Posting Komentar

Bergabung di FB dan Twitter